Sunday, April 26, 2020

Lupa Daratan, Langit Berduri

Tlah lupa daratan sepertinya...
kenari bersayap tak henti berkepakkan sayap
tak hendaki turun saja tetap tanpa geming
meliuk angkasa sukar terajut pelangi
hangat prodeo terbangkan langit ketujuh
sembari menatap dalam-dalam guratan perdu

ku menukik, terkapar, berdarah,...dulu mampu teratasi dengan mudahnya
kini...saat kenari ditinggal jalak berduri
kepak sayap-sayap kemilau itu, kemana?
mentari masih sama...langitpun jua begitu
ini bukan elegi ataupun gurun narasi...
terbang...terbang...terbang...
sesekali tengoklah sarang kenari

sekarang manja terbuai angin, tak terawat pastinya
sumbu matipun tak ada, pundi hiduplah saja kau usaha
kilat sambar-menyambar itu biasa, sajak memukau sudah terpana awalnya
biru sang surya kagum percuma, indah pelangi jua lah fana nya
apa itu kata NYATA, ketika hanya sepihak yang kita anggap ada
keraskan kembali ya...

Wednesday, April 15, 2020

Terima Kasih Hujan, kembali

lama rasanya...
kapan terakhir kita berjumpa ?
akhirnya bisa menyentuhmu kembali
terima kasih...terima kasih
terima kasih mau menyejukkan hari ini
terima kasih sudah datang hari ini
terima kasih mau menemani sore ini dengan alunanmu
terima kasih karena mengingatkanku bahwa aku masih hidup
terima kasih...terima kasih

berpalingpun kau tetap turun, jadi biarkan saja
biarkan saja seperti ini
tak pernah marah, tersinggung ataupun resah
sering kali dihujat atas kehadiranmu
tak apa...tak apa
tak apa, katamu
karena bukan mereka yang mengutus
bukan mereka yang tentukan
hanya saja tak sadar atas berkah sang pencipta

dan terima kasih
terima kasih...terima kasih
terima...
kasih...
kembali...
hujan...